Kamis, 22 Mei 2014

Kekuatan Do’a


Oleh    : Andi Musthafa Husain
#sŒÎ)ur y7s9r'y ÏŠ$t6Ïã ÓÍh_tã ÎoTÎ*sù ë=ƒÌs% ( Ü=Å_é& nouqôãyŠ Æí#¤$!$# #sŒÎ) Èb$tãyŠ ( (#qç6ÉftGó¡uŠù=sù Í< (#qãZÏB÷sãø9ur Î1 öNßg¯=yès9 šcrßä©ötƒ
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (Q.S. Al-baqarah[2]:186)

           
Andi at Gunung Merapi
Segala puji bagi tuhan semesta alam yang telah menciptakan langit tanpa tiang, serta menciptakan bumi tanpa gantungan, begitu besar nikmat-NYA yang kita peroleh hari ini sehingga kita masih bisa merasakan kesehatan jasmani maupun rohani. Pengetahuan-NYA yang tiada tara telah membuka hati manusia dari yang tidak tahu apa-apa menjadi sangat banyak mengetahui. Tuhan yang mengetahui segala sesuatu.
            Salawat serta salam kepada baginda rasulullah salallahualaihiwasallam, berkat beliaulah kita bisa menikmati Islam seperti sekarang, seorang hamba pilihan tuhan yang telah mengubah dunia jahiliah menjadi dunia yang penuh dengan ketentraman, rasul yang sangat kita rindukan dan merindukan kita, semoga kita semua mendapat safaatnya di hari akhirat kelak.
Seribu Satu Cara Tuhan Menjawab Doa
            Alkisah, ada seorang dokter spesialis yang barnama Ardha(bukan nama sebenarnya, nama aslinya adalah Dr. Ishan). beliau hendak survei ke salah satu rumah sakit yang jauh dari tempat tinggalnya, sehingga pergilah dokter tersebut dengan pesawat terbang. Di tengah perjalanan ternyata mesin pesawat mengalami gangguan sehingga membuat pilot pesawat tidak dapat melanjutkan perjalanan dan mendarat di bandara terdekat.
            Akibat tertundanya penerbangan ini dokter pun merasa gelisah. Dokter berkata kepada kepala pesawat “sungguh, saya ini dokter yang sangat dibutuhkan, beberapa nyawa tergantung pada sekian menit dari waktuku, mak tolonglah agar mempercapat penerbangan ini. Lantas kepala pesawat menjawab “bapak, jikala sudah tak sabar untuk menunggu kami, maka bapak boleh memakai mobil untuk pergi ketempat tujuan bapak, jaraknya hanya tiga jam perjalanan darat dari sini” ujar kepala pesawat.
            Setelah berbicara banyak dengan kepala pesawat, akhirnya dokter menyetujui usulannya untuk berpergian melalui transportasi darat. Pergilah dokter tersebut dengan beberapa penumpang lainnya. ketika perjalanan berlangsung sekitar dua jam, hujan deras turun sehingga membuat sopir tak mampu melihat jarak yang jauh. Hal ini membuat sopir terpaksa melambatkan laju mobil.
            Empat jam telah berlalu, namun belum sampai juga. Kejadian ini membuat sopir lelah dan mengambil kesepakatan untuk beristirahat sejenak. Ketika sopir, dokter Ardha dan penumpang lainnnya keluar dari mobil, pada saat itulah mereka menyadari bahwa mereka telah tersesat. Mereka tetap sepakat untuk istirahat sejenak pada sebuah gubuk tua milik seorang penduduk di sana.
            “Silahkan masuk” ujar pemilik rumah tersebut. Ibu pemilik rumah tersebut terlihat begitu ramah. Tanpa basa-basi ibu tersebut menyediakan minuman dan beberapa makanan ringan. “silahkan dimakan, untuk memulihkan kesegaran badan anda” ujar ibu tua tersebut kepada dokter Ardha.
            “Ibu baik sekali, semoga doa ibu senantiasa dikabulkan oleh Allah” dokter Ardha berkata. “Sungguh bapak itu musafir, doa bapak akan jauh lebih terkabulkan dari saya, dari dulu saya tak pernah berhenti berdoa untuk kesembuhan anak saya, beberapa rumah sakit disini tak bisa berbuat banyak, dan beberapa sisanya hanya bisa memberikan rujukan untuk menghadap dokter Ardha yang katanya bisa menyembuhkan penyakit anakku. Namun sayang saya hanya orang miskin dan tak bisa pergi ketempat nan jauh disana” jawab ibu tua tersebut dengan merunduk.
            “demi Allah, sungguh do’a ibulah yang membuat mesin pesawat rusak dan hujan deras sehingga membawa saya ke gubuk sederhana ini, saya dokter Ardha” ujar dokter ardha dengan nada tinggi karena salut.(kisah ini diambil dari http://www.kisahinspirasi.com/)
            Dari kisah tersebut kita dapa mengetahui betapa kuatnya sebuah doa, namun terkadang kita tak sabar untuk memperolehnya pada waktu yang tepat. Sangat banyak cara tuhan untuk mengabulkan doa hambanya, kisah ini salah salah satu dari sekian banyak cara Allah menjawab doa.
Doa Pasti Dikabulkan
            Ketika manusia berdoa, mungkin terbesit pertanyaan “apakah pertanyaan saya akan terkabul?”. Beberapa doa terkadang tidak terkabul dalam kehidupan kita. Itu yang selama ini kebanyakan manusia pahami, tapi sesungguhnya ia belum mengetahui manfaat serta mudharat yang akan ia dapatkan setelah terkabulnya doa tersebut.
Setiap orang pastilah pernah berdoa. Pertanyaannya, apakah setiap doa yang kita lantunkan selalu diterima dan dikabulkan, penulis katakan “ya”. Ada tiga macam cara Allah menjawab doa hambanya.
Pertama, dijawab secara kontan (langsung). Hal inilah yang banyak dimengerti oleh orang dan yang paling diharapkan oleh seluruh orang. Kejadian seperti ini cenderung lebih mudah prosesnya , namun doa seperti ini bisa diterima oleh hamba apabila hamba tersebut memang sudah layak untuk menerima doa tersebut.
Seperti halnya kita berdoa sesuatu, seperti dibanyakkan rizki, sehat jasmani maupun rohani, dimudahkan segala urusan ataupun doa lainnya. seketika itu pula Allah menjawabnya dan memberikannya. Atau disaat kita tak memiliki uang, seketika itu juga Allah menjawabnya dengan teman yang berbaik hati atau dari jalan lainnya. begitu banyak jalan Allah untuk menjawab doa kita secara sepontan.
Kedua, dijawab setelah dimatangkan. Belum tentu kita berdoa sekarang dan langsung dijawab dengan waktu singkat. Seorang yang menerima doa seperti ini biasanya adalah hamba yang menurut Allah memang belum pas untuk menerima doanya sendiri. Maka, Allah mematangkannya, sehingga ia mampu untuk mendapatkannya pada waktu yang tepat.
Allah mengetahui terhadap diri kita bahkan lebih dari kita mengetahui diri kita sendiri. Seorang yang telah lama meminta untuk menikah ternyata belum menemukan pendamping hidupnya setelah sekian lama. Dengan keadaan yang sedemikian maka yakinlah sesungguhnya Allah memang telah menyiapkan seorang yang jauh lebih mapan untuk pendampingnya.
Sungguh Allah mengetahui apa yang tidak kita ketahui, dalam firmannya surat Al-baqarah ayat 30 Allah mengingatkan malaikat yang berbunyi “sesungguhnya Aku (Allah) mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”
Ketiga, dijawab Allah namun diganti dengan sesuatu yang lebih baik. Tidak selama yang diminta oleh manusia  baik untuk manusia itu sendiri. Makanya, Allah mengetahui hal itu dan menggantinya dengan yang jauh lebih baik, akan tetapi kebanyakan kita tidak menyadarinya.
Seperti halnya anak SD yang telah meminta dibelikan motor oleh ayahnya, hal ini bisa saja dikabulkan, namun tentu lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya, itu contoh mudahnya. Kebanyakan dari kita meminta sesuatu yang sesungguhnya diri kita belum pantas bahkan tidak pantas oleh hal itu.
Bisa saja seseorang terlahir dengan sangat bodoh, dengan sangat susah untuk menerima pelajaran, tiap harinya ia berdoa agar dicepatkan dalam menghapal. Sungguh Allah itu mengetahui masa depan kita sebagai hambanya. Bisa jadi apabila kita terlahir dengan keadaan sehat maupun kemampuan otak yang melebihi kelebihan orang lain kita menjadi sombong, angkuh, dan meremehkan orang lain.
Dengan kerja keras untuk mempelajari sesuatu justru membuat kita lebih giat dalam belajar. Masih banyak contoh lainnya, oleh karena itu, lebih baik kita bersyukur dengan keadaan kita. Yakinlah terhadap apa yang telah diberikan Allah kepada kita, itulah yang terbaik.
Allah berfirman dalam Al-qur’an “Diwajibkan atas kamu berperang, Padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia Amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Q.S. Al-baqarah[2]:216)
Dari ayat di atas kita mengetahui sesungguhnya belum tentu di mata manusia baik akan tetapi baik juga di mata Allah, bisa saja yang kita benci selama ini adalah sesuatu yng baik bagi kita, keluarga, lingkunga, lingkungan, maupun dunia serta akhirat kita. Oleh karena itu syukurlah yang membuat kita menjadi serba berkecukupan.
Ya Allah, berikanlah hambamu ini jalan hidup yang terbaik bagi-MU. Kabulkanlah doa kami yang memang sudah layak menjadi hak kami, tundalah doa kami jika memang doa tersebut belum layak untuk kami, serta gantilah doa kami apabila doa tersebut tak baik bagi urusan kami, amin . Wallāhu a’lamu bi ash-shawāb. []

Andi Musthafa Husain
Ponpes UII, FIAI,  Tarbiyah 2013
Tulisan ini telah diterbitkan PPUII


Senin, 31 Maret 2014

Lebih Hina dari Babi

Babi Hutan
“Kalau malas yah gitu akibatnya”. Aku gak tau, hari ini hidup hampa seperti babi, hidup hanya untuk makan. Tapi aku merasa lebih hina dari babi, babi di hutan mandiri mencari makan sendiri, lah aku disini lebih malas dari babi, bahkan untuk sesuap nasi yang aku makan pun ku dapatkan dari hasil mengemis, mengemis dari orang tua.
Gak tau ah, aku mau cuek ajalah, aku udah bosan sekarang. Satu hari full aku hanya bisa tidur dikamar, tidak melakukan apapun. Entahlah, mungkin karena depresi terhadap masalah yang tak bisa ku selesaikan. Aku mulai ragu dengan segala ini. Mungkin emang benar kita ini hanya sebagai wayang yang dimainkan.
Gak ada pilihan dalam hidup, semua hanya pemberian, jika kau dilahirkan dengan keadaan buta, maka buta itulah yang terbaik bagimu. Karena buta lebih baik dari pada melihat kekejaman yang sekarang bisa terjadi dimana saja. Persetan dengan semua pilihan.
Tapi untungnya semua orang tak tahu akan takdir yang telah dipersiapkan. Yah, jadi siapain aja jadi orang yang sebaik mungkin. Siapa tahu loe salah satunya yang menjadi pahlawan dunia ini.
Oug ia, seharian ini tidurku panjang banget, tapi dari tidur panjang tersebut aku sadar akan banyak hal. Siapa bilang tidur pagi itu buruk? Bagi sebagian orang tidur dipagi hari justru harus dilakukan, contohnya satpan yang bergadang,, loh, jika ia terus mencari rizki ketika paginya, bisa mampus tuh satpam.
Tapi berbeda dengan ku pada pagi ini, aku emang sudah berniat untuk tidur sepanjang hari ini. Ternyata tidur ketika segar itu akan memuat capek, sedangkan tidur ketika capek akan membuat bugar, coba aja sendiri.
Diselang tidur panjang ku, ada beberapa kali aku terbangun, pertama bangun sekitar jam sepuluh pagi, gak ada yang ku pikirkan, hanya komitmen ku untuk tidur seharian yang ku pikirkan dan akhirnya aku tidur lagi.
Bangun lagi sekitar jam dua siang, tak banyak yang ku lakukan. Mandi, shalat, makan, dan tidur lagi. Gila bangetkan, bahkan anjing pun gak bisa semales aku, hahaha... gak tau deh, tapi hal-hal yang seperti ini perlu dilakukan sesekali dan insyaAllah hanya sekali ini seumur hidup.

Pesan terakhir. Jangan kalah dengan babi, walau gak bisa membedakan antara yang baik dan buruk, mereka tetap mencari makannya sendiri. Jangan mau kalah dengan anjing, walau dia hewan yang sangat buas tapi ia setia. Jangan mau kalah dengan monyet, walau dia jelek tapi otaknya digunakan untuk berfikir. Tentu teman-teman gak mau lebih hina dari yang terhina. Mulailah perubahan itu sekaran!!!

Selasa, 11 Maret 2014

Untukmu Sahabatku

Mufidah, "anak tomboy desa sebelah"


            Aku Husain, kali ini ingin berbagi cerita sedikit tentang tahun baru yang ada di desa kami. Kisah ini tentang seorang yang tinggal di desa sebrang, seorang yang dikenal dengan Mufidah adalah orang yang sangat nakal. Anak yang cantik ini emang suka berkelahi, selain dikenal dengan kebengisannya, ia juga sangat senang nongkrong bersama anak-anak cowok dari kampung kami. Bastio, seorang cowok yang paling dekat dengan Mufidah alias teman akrabnya selalu menjadi teman curhatan. Sebenarnya, Bastio yang lebih suka curhat kepada Mufidah.  Seorang cowok yang sangat bertolak belakang dengan Mufidah, seorang cowok perkasa nampun terlihat anggun.
Jika ku perhatikan, Bastio sepertinya lebih senang berteman dengan seorang wanita. Namun, Mufidah bukanlah tipe yang senang dengan seorang yang seperti Bastio. Seperti yang ku katakan tadi, seorang yang perkasa namun sangat mempesona penuh dengan pesona. Teman kami yang lain, Iwan namanya. Tapi orang-orang memanggilnya PeBe (Play Boy), terkenal dengan gombalannya. Jika ia telah merayu wanita, niscaya bidadari pun akan terpesona dengannya. Rayuannya kepada wanita sudah mengalahkan kecerdasan yang terdapat di otaknya. “rayuan tingkat dewa” ujar Bastio kepadanya.
Satu lagi, seorang yang sangat agresif untuk melakukan sesuatu. Dalam setiap pekerjaannya dilakukan dengan totalitas. Seorang yang senang memberikan lebih dari apa yang kita minta. Hadi namanya, kami semua sangat segan kepadanya. Tapi sayang, dia agresif tidak hanya pada kebaikan, berbuat jahat ia lakukan dengan semangat juga. Namanya juga manusia, semua pasti ada kekurangan dan kelebihan, tergantung kita mau mengunggulkan kelibahan sebagai penutup kekurangan atau sebaliknya kekurangan kita yang bakal menutup kelebihan.
kami tak tahu tentang apa yang dikerjakan oleh Hadi belakangan ini. Ia selalu menuju gudang kampung setiap malam. Aku tak habis pikir, bagaimana bisa orang yang begitu cepat berteman, selalu enak jika diajak berbicara, suka menolong, tapi sekarang menjadi sangat misterius. “sepertinya ada yang disembunyikannya di gudang” sambut Bastio yang sambil bergaya sok cerdas. “ah kau sok banget bas, kalau masalah itu kami semua sudah tau” ujar Mufidah menyelah sambil meniupkan asap rokok ke wajah Bastio. Bastio hanya terdiam dilakukan begitu dengan Mufidah, ia terlihat sangat polos dan sangat takut dengan Mufidah yang berlagak seperti cowok.
Kami semua mulai penasaran dengan apa yang disembunyikan oleh Hadi. Dalam benakku selalu berpikir yang tidak-tidak terhadap apa yang terdapat di dalam gudang desa tersebut. Kesepakatannya adalah kami semua ingin tahu tentang apa yang disembunyikan Hadi. Walaupun kami tak ada yang berbicara, tetapi kami semua yakin pikiran kami satu, yaitu penasaran dengan isi Gudang desa.
Esok hari, tapatnya hari terakhir pada tahun ini, kami berkumpul di tempat tongkrongan geng kami. Yaitu di atas pohon tepat di depan rumah Iwan, ohh ia, aku hampir lupa menceritakan tempat tongkrongan kami. Tempat ini adalah sejarah yang paling berkesan dan paling banyak menyimpan kenangan. Di tempat inilah aku pernah berkelahi dan di tinju oleh Mufidah, anak itu emang gila, bahkan ototnya bisa mengalahkan power ranger yang sedang beraksi, monster pun akan takuj jika ia melihat Mufidah sedang marah.
Tepat jam delapan aku berangkat ke pangkalan tersebut. Tanpa mandi dan gosok gigi aku langsung menuju tanpa rasa ragu. Dari kejauhan aku telah melihat dua orang yang sedang mengobrol asik sambil menunggu rekan yang lain. “hai Bastio, Iwan, dimana Mufidah?” ujarku dari kejauhan. “paling lagi fitness tuh anak!!!” saut iwan yang melihat langsung akan kedatanganku. “hadeh, yang benar dikit kamu Wan, masak cewek fitness sih?”, sautku lagi dengan singkat. “ah masak kau tak tau, kemaren aja aku lagi lihat dia angkat barbel di depan rumahnya” dengan logat bataknya yang pekat ia menjawab serta meyakinkanku dengan muka serius. Tapi tetap saja dalam hatiku mengatakan bahwa iwan sedang berbohong atau hanya ingin melucu belaka, maklum anak itu sudah mengalahkan jin dari segi kebohongannya.
Tak lama aku menunggu, terdengar jeritan keras dari arah belakang, suara itu seakan tak asing lagi di telinga kami. Yah, itu Mufidah, dengan jalan yang lontang lantung ia mendekat menuju kami. “apa lo, liat-liat, mau gua tipuk kepala lo?” katanya dengan kasar sambil melihat ke arah Bastio. Bastio hanya bisa tersenyum melihat Mufidah yang berlaku kasar padanya. Sekasar apapun Mufidah, paling jika mereka berdua, Bastio pasti curhat lagi deh dengan Mufidah. “kamu itu cewek yang sexy, tapi kok galak banget yah, coba kamu sedikit tersenyum pasti mirip artis korea?” ceplos Iwan sambil mendinginkan suasana. Namanya juga cewek, walaupun ia seorang yang tomboy tetap aja Mufidah adalah seorang wanita. Teori yang harus diketuahui oleh pria adalah wanita itu suka dipuji walaupun itu bohong bahkan fitnah.
Semua dari kami mulai memanjat pohon, sekitar ketinggian dua meter kami sudah bisa duduk dengan nyaman di tempat yang rindang itu. Singkat kata kami semua sepakat akan membobol gudang tersebut untuk mengetahui apa yang dikerjakan oleh Hadi di dalamnya, tentunya tanpa sepengetahuan Hadi terlebih dahulu. Semua telah sepakat “Husain, Aku dan Mufidah masuk kedalam sedangkan Iwan berjaga di luar gudang” kata Bastio. Sisi lain dari Bastio adalah dia terlahir menjadi seorang yang cerdas. Dia mengetahui bahwa Iwan orang yang selalu bisa menjanggal orang yang hendak masuk, enak diajak berbicara, bergurau maupun bermain, makanya Iwan diposisikan pada luar gudang.
Setelah semua siap secara batin, kami langsung menuju gudang desa tersebut. Lagu anak polos yang tak tau apa-apa, kami semua justru bertingkah seperti maling yang mau beraksi di siang hari. Mufidah telah menyiapkan semua barang yang hendak digunakan untuk membobol jendela gudang. Sesampai di tempat, Iwan mulai mengambil tempatnya. Ia berdiri tegas tepat di depan gudan, “seperti satpam aja lu Wan!!! Sambil memutar mutar obeng yang ada di tangan dirinya. Dengan susah payah kami membuka jendela yang telah dipaku tersebut. Gudang yang digunakan untuk menyimpan barang-barang desa ini seakan-akan adalah rumah hantu yang penuh misteri di mata kami.
Rumah tua yang tak pernah dihuni oleh siapapun itu tiba-tiba sangat kami rasakan ketika kami telah susah payah terbukanya jendala gudang. Semua kami memiliki firasat buruk terhadap apa yang terdapat di dalam gudang itu. Apa boleh buat, kami semua telah sepakat untuk masuk. Mufidah sebagai pimpinan kelompok masuk dengan santai tanpa rasa ragu, tapi aku dan Bastio tak yakin ingin masuk dan mengetahui apa yang terdapat di dalam gudang.
Setelah semua berada di dalam gedung, tiba-tiba ada suara orang yang sedang membuka pintu gudang, dengan segera kami langsung ketahuan. Ternyata itu Iwan, “Asem kau Wan, datang dengan mengejutkan aja” ujarku sambil sedikit membentak. “lah kalian itu bodoh kok permanen? Mengapa tidak langsung masuk aja dari pintu depan?, kan tidak merusak jendela?” jawab Iwan dengan menahan tertawanya yang sudah mau meluap. Semua kami akhirnya tersadarkan tentang apa yang dikatakan Iwan, seolah-olah perkataan itu telah mengklaim kami sebagai orang yang sangat idiot, walaupun hal itu tak dikatakan Iwan secara langsung.
Betapa terkujutnya kami ternyata yang di dalam gudang tersebut kami melihat banyak sekali meriam dan beberapa pelurunya telah disiapkan. Kami semua masih terpaku ketakutan terhadap apa yang kami lihat. Kami tak tahu hendak memulainya dari ap dan harus bagaimana. Belum selesai kami ketakutan tiba-tiba datang dua sosok manusia menuju gudang. Kami semua ketakutan dan segera mencari tempat sembunyi masing-masing. Tak kami sangka, orang yang datang tersebut adalah pak RT dan teman kami Hadi.
Firasat kami mengatakan ada yang tak beres terhadap desa ini, memang sebelumnya desa Mufidah dan desa kami sering bentrok dan tauran, akan tetapi kami tak tahu bakal menjadi perang yang sedemikian mengerikannya. Mufidah yang tak tahan melihat hal ini dengan segera meninggalkan tempat persembunyiannya dan keluar dari gudang. Aku dan Bastio yang tak tega juga akhirnya keluar dari persembunyian dan mengejar Mufidah untuk menenangkannya.
Kencangnya lari Mufidah membuat kami berdua tak berdaya. Hal ini bisa akan menjadi lebih rumit dari apa yang kami bayangkan. Bisa-bisa akan terjadi peperangan besar antara desa kami dan desanya Mufidah. Dengan perasaan yang kurang enak, rasa grogi dan penuh bimbang kami jemput Mufidah langsung ke rumahnya. Sesampainya kami di depan rumah Mufidah, kami disambut dengan hangat oleh keluarganya. Hangat yang luarbiasa itu terdengar oleh telinga kami yang terus menusuk ke hati. “mau apa kalian anak-anak tengik, kau apakan anakku hingga ia pulang dengan menangis?” ujar ayahnya Mufidah. Belum selesai kami mau menerangkan ceritanya, dengan tiba-tiba bapak itu kembali marah kepada kami. Aku bingung mau bercerita apa tentang yang kami alami.
Berlkata jujur akan membuat kampung lebih membara, sedangkan berkata bohong akan membuat dosa. Tanpa pikir panjang aku pun lari pulang, aku takut dan penuh bimbang. Tanpa disengaja aku melupakan Bastio yang masih berusaha meyakinkan ayahnya Mufidah dengan penuh dusta. Masa bodoh, aku tak mau berbuat lebih rumit lagi hari ini, lebih baik aku pulang dan berdiam diri sejenak di rumah, hatiku berusaha membohongi jiwaku.
Hari ini, tanggal 30 Desember 2010, hidupku seperti hampa tanpa mereka, padahal malam ini adalah malam tahun baru. Biasanya kami selalu berjalan bersam juka malam tiba. Tetapi, sepertinya tidak pada hari ini. Pagi ku kali ini sangat menyedihkan, hanya bisa berdiam diri di kamar. Begitu juga dengan siang harinya, hari ini terasa lebih panjang dari satu tahun. Seiring berjalannya waktu malam pun tiba, aku tak bisa hidup sehari tanpa mereka, dengan tegas aku memberanikan diri untuk pergi ke tempat pangkalan yang biasanya kami selalu berbagi ceria disana.
Alangkah bahagianya diriku, ketika sampai di pangkalan. Ternyata mereka semua memikirkan apa yang kupikirkan, kami semua mempunyai hati yang sama. Lebih mengejutkannya lagi Hadi juga ada bersama kami kali ini. kami semua berusaha untuk menjaga perasaan Hadi, sebenarnya masih ada beberapa pertanyaan yang timbul di dalam benakku tentang meriam yang disiapkan oleh Hadi dan pak RT. Tapi kami lebih memilih untuk tidak mengatakannya dahulu, untuk menjaga pertemanan.
“ayok, kita ke bukit desa” ujar Hadi tanpa rasa salah. “yah, mau gmana lagi” sambut Mufidah dengan muka masam. Perjalanan menuju bukit pun menjadi menyenangkan, itu semua karena Iwan yang cerewet menengahi kami, dia selalu bisa memecahkan kebekuan jikala ada konflik di antara kami. Perjalanan kami tak disangka telah sampai di bukit desa, bagian tertinggi yang ada di desa kami dan desa Mufidah.
Betapa terkejutnya kami ketika sampai, ternyata kedua pihak desa telah menyiapkan meriam dan bola meriamnya. Tak lama kami berdiri disana, terdengar keras suara terompet tahun baru dengan bersamaan. Dilanjutkan dengan tembak meriam ke udara, oh ternyata meriam tersebut digunakan untuk melemparkan bola kembang api. Kami semua baru menyadari betapa kelirunya pikiran kami. Kami semua tak bisa menahan peluk seru sahabat. Dalam hatiku meyakinkan diri, bahwa aku tak akan lagi berburuk sangka kepada Hadi dan teman-teman yang lain.
Hadi mengambilkan kami sebuah kain panjang dan beberapa spidol untuk menuliskan mimpi dan janji kami kedepan. Kami semua melakukannya dengan semangat, tanpa rasa ragu aku ikut serta dalam menuliskan mimpi. Setelah semua selesai menulis mimpi, tepat di bawah kain di tuliskan oleh hadi dengan spidol yang berwarna merah “KITA ADALAH SAUDARA”.
Kata itu yang selalu aku ingat hingga sekarang. Kata itu juga yang selalu mengingatkan aku tentang mimpi yang telah kutulis dahulu, tanpa aku sadari mimpi itu ternyata tercapai sedikit demi sedikit. Ingin rasa hati ini menemui mereka untuk menunjukkan kesuksesan yang telah aku peroleh saat ini. tapi aku yakin mereka juga telah menyelesaikan mimpi-mimpi mereka yang dahulu sempat kami tuliskan. Tapi yang aku tahu, mimpi tersebut kami simpan di dalam markas tercinta, tepatnya di atas pohon yang terdapat di rumah Iwan.
Hari yang penuh haru dan persahabatan, aku menyadari, di setiap tahun baru, seharusnya kita juga memiliki misi dan mimpi untuk tahun kedepannya. Mimpi tak akan bisa kita raih dengan mudah apabila kita terus berada dalam angan-angan belaka. Tapi mimpi yang dituliskan dengan semangat membara akan membuat motivasi tersendiri yang tak mudah dihapus.
Kawan-kawan, Mufidah, Iwan, dan bastio, aku berjanji suatu saat kita akan bertemu kembali dengan karakter yang berbeda, aku atas nama Husain juga yakin pasti mereka akan menjadi orang-orang bwsar sekarang. Aku juga tak seharusnya kalah dengan mereka. Selamat tahun baru kawanku, semoga mimpi kita semua menjadi kenyataan, karena aku yakin dengan apa yang di janjikan ALLAH,


“KITA ADALAH SAUDARA”

Kamis, 23 Januari 2014

Dari Recehmu Kuciptakan Jutaan


 
Dari recehmu kuciptakan jutaan
NASIHAT HEBAT ORANG TERKAYA DI DUNIA Inilah Orang terkaya no 4 di dunia tahun 2013, Warren Buffet memberi nasehat: "Jauhkan dirimu dari pinjaman bank atau kartu kredit dan berinvestasilah dengan apa yg kau miliki, serta ingat :

1.   Uang tidak menciptakan manusia, manusialah yang menciptakan uang.
2.      Hiduplah sederhana sebagaimana dirimu sendiri.
3.      Jangan melakukan apapun yang dikatakan orang, dengarkan mereka, tapi lakukan apa yang baik saja.
4.      Jangan memakai merk, pakailah yang benar˛ nyaman untukmu.
5.      Jangan habiskan uang untuk hal-hal yang tidak benar-benar penting.
6.      With money: You can buy a house, but not a home. You can buy a clock, but not time. You can buy a bed, but not sleep. You can buy a book, but not knowledge. You can get a position, but not respect. You can buy blood, but not life. So find your happiness inside you.
7.      Jika itu telah berhasil dalam hidupmu, berbagilah dan ajarkanlah pada orang lain. "Orang Yang Berbahagia Bukanlah Orang Yang Hebat Dalam Segala Hal, Tapi Orang Yang Bisa Menemukan Hal Sederhana Dalam Hidupnya dan Mengucap Syukur" Semoga bisa menjadi orang yang berkelimpahan. Berlimpah iman, ilmu, amal, harta dan manfaat untuk sesama. Aamiin. *Silahkan diaminkan, semoga Allah mengabulkan *Silahkan dibagikan/share. Moga bermanfaat.

Minggu, 19 Januari 2014

PNS vs Pengemis


PNS : Pak, cape ya abis ngemis?
Laper ya pak..?
Pengemis : Biasa aja tuh, hari ini saya
udh makan 3x koq.
PNS : Loh..? uangnya cuman buat
makan bpk doank? Anak dan istri di
rumah makan apa?
Pengemis : Kayak org susah aja..! Td
pgi sy sekeluarga abis ngerayain ultah
anak sy yg kelima di Mc. Donald
bareng guru2 & tmn2 sekolahnya.
Siang ini istri N anak saya barusan
bbm sy, mereka lg makan di Pizza
HUT tau! /:)
PNS sampai kebingungan dan
barkata : Emank bpk ngemis 1 ЂƏrΐ
dapet brp..?
Pengemis : Nih ya.. Sy kasih tau..!!
Saya ngemis dari jam 07.00-17.00.
Lampu merah atau hijau waktunya 60
detik. Setiap 60 detik paling nggak
saya bisa dapet 2.000./:)
1 jam = 60 kali lampu merah/
Hijau
60 x 2.000 = 120.000 /jam
1 hari saya kerja 10 jam, 1 jam buat
istirahat jadi 9 jam.
9 jam x 120.000 = 1.080.000/hari.
1 bulan saya kerja 26 hari.
26 hari x 1.080.000 = 28.080.000/
bulan.
PNS sampai kaget dan bengong
mendengar cerita pengemis itu..
Pengemis berkata : Emang mas jadi
PNS, gaji per bulannya brp..? 3-|
PNS : 3.500.000
Pengemis : Ijasah..?
PNS : D3/S1
Pengemis : Saya jd prihatin dech lihat
penderitaan mas!!! Pasti abis banyak
duit ya mas buat sekolah??? blom lg
kerja kena marah ama Boz, Kepala
mas isinya pasti penuh soal kerjaan
mulu. Mending mas ngemis aja. Biar
kaya sperti saya. Saya ngemis udh 20
tahun, udah punya 2 mobil BMW
buat sy & istri sy, kartu kredit
platinum, Apartemen, rmh di kwsan
elite,
PNS :
Hik hik hik hik
Yuk kita kampanyekan ke masyarakat
hati2 Memberi Uang Dijalan
Jika ingin memberi mending langsung
ke panti asuhan,ponpes, mesjid dll.

Memulai Bisnis Mentok (Sebuah Tulisan Amatir)

Dengan berbagai alasan melihat situasi dan kondisi di perdesaan, akhirnya saya mencoba untuk berternak entok. Pada dasarnya entok diterna...